Musim
liburan merupakan salah satu waktu yang paling tepat untuk menikmati
liburan keluar kota. Selain bisa menikmati wisata tujuan, kita juga bisa
singgah sebentar untuk menikmati aneka kuliner dari setiap kota yang
kita lewati. Jika sedang melintasi kota Lamongan, jangan lupa untuk
menyempatkan waktu untuk menikmati Soto Ayam Lamongan Cak Mardi.
Untuk
menuju lokasinya cukup mudah, karena tempatnya tidak jauh dari jalan
utama. Kalau sedang melintasi Jl. Panglima Sudirman (dari arah
Surabaya), arahkan kendaraan menuju Jl. Veteran sampai menjumpai SMK NU
Lamongan (kiri jalan). Beberapa meter dari SMK tersebut, ada sebuah
pertigaan dan arahkan kendaraan ke kanan sampai bertemu dengan
perempatan (Jl. Ahmad Dahlani & Jl. Suwoko) dimana lapak Soto Ayam
Cak Mardi berada.
Soto
Ayam Lamongan Cak Mardi hanya menempati sebuah lahan tepat di samping
sebuah rumah. Dengan beratapkan terpal dengan sebuah pohon mangga besar
yang berada di tengahnya, para pengunjung terlihat sangat menikmati soto
ayam racikan Cak Mardi. Ada yang mengambil tempat di bawah (lesehan)
dan ada juga yang berada di atas (kursi). Meski hanya beratapkan terpal,
tapi suasanannya sejuk dan tidak panas. Selain karena tim wisatakuliner.com
tiba dilokasi masih jam ±8 pagi, pohon mangga dan tumbuhan lainnya juga
mengambil andil atas suasana sejuk yang tercipta di lapak Cak Mardi.
Waktu
pertama datang, kebetulan Cak Mardi sendiri yang meracikkan soto ayam
pesanan kami. Kalau dilihat dari wajahnya, kelihatannya Cak Mardi
merupakan orang yang galak. Sempat ada rasa sedikit takut ketika mau
bertanya-tanya kepada Beliau. Dan setelah Saya mulai berbincang dengan
Beliau, ternyata Beliau orangnya sangat ramah, sangat jauh dari bayangan
Saya sebelumnya. Berdasarkan informasi yang Saya terima, ternyata Cak
Mardi memulai usaha ini dari kota Surabaya selama ±3 tahun dengan lokasi
daerah Putat Jaya. Dan pada tahun 2000, Beliau kembali ke Lamongan dan
menempati lokasi yang sekarang ini. Biasanya, Beliau hanya melayani
pengunjungnya mulai dari jam setengah 7 pagi sampai siang hari saja.
Kemudian akan dilanjutkan oleh putranya hingga jam 5 sore hari. Jadi,
kalau kita ingin menikmati soto ayam racikan langsung dari Cak Mardi,
ada baiknya menuju lokasinya pada pagi hari. Tapi jangan salah, meski
pada siang hari sampai sore dipegang oleh putranya, untuk urusan rasa tetap sama.
Setelah
selesai ngobrol, Saya pun langsung menikmati soto ayam lamongan yang
sudah tersaji di atas meja. Semangkuk soto sudah lengkap dengan nasi
serta komposisi soto khas Lamongan, ada soon, irisan daging ayam dan
telur. Tak lupa taburan seledri serta koya (kerupuk udang yang
dihaluskan) berpadu dengan kuahnya yang kuning tanpa santan. Untuk
membuktikan sotonya enak atau tidak, tentu saja sebelum menambahkan
berbagai pelengkap seperti jeruk nipis, sambal dan juga kecap, kita
harus menyantapnya secara polosan. Dan ternyata rasanya memang sedap,
perpaduan bumbu-bumbunya pas. Meski kuahnya berwana kuning cukup cerah,
tapi rasa kunyitnya tidak terlalu tajam, dan ada rasa yang khas masakan
Jawa. Tapi, dengan menambahkan sedikit sambal dan perasan jeruk nipis,
membuat soto racikan Cak Mardi semakin nikmat untuk menu sarapan di pagi
hari. Untuk dapat menikmati soto ini, kita cukup mengeluarkan kocek
sebesar 7ribu rupiah lengkap dengan segelas teh hangat maupun es teh
manis.




0 komentar:
Posting Komentar