Perjalanan
saya ke Surabaya pada tanggal 30 Agustus sangat lancar sekali, hari H
Lebaran yang menjadi hari H-1 secara mendadak sehari sebelumnya. Padahal
semua orang muslim sudah bersiap untuk menyambut malam takbiran dan
sholat Ied, sehingga toko-toko dan toko makanan banyak yang tutup. Sulit
juga mencari makanan sepanjang perjalanan, tiba di kota Probolinggo
saya berniat mampir ke warung Bakso Mantep yang berada di jalan Gatot
Subroto, harap-harap cemas buka enga yah warungnya. Eh... ternyata tetap
buka, asik, enga jadi kelaparan lagi deh.
Warung
Bakso Mantep termasuk di dalam daftar warung bakso yang enak di kota
Probolingo. Sudah lama sekali saya tidak mampir kesini, ada mungkin
kira-kira 2 tahunan. Ruangan warung ini pun juga tidak banyak berubah,
masih seperti dulu, dengan deretan kursi dan meja yang berjajar rapi dan
bersih. Gerobak baksonya berjajar rapi di depan warung, sehingga wangi
aroma kuah bakso selalu menebar hingga ke pinggir jalan, membuat yang
lewat jadi ingin mampir.
Seporsi
bakso saya pesan, tidak pakai lama pesanan saya plus es teh yang seger
datang. Yummy nih keliatannya, seporsi bakso terdiri dari 1 bakso ati
ukuran besar dan 5 bakso ukuran standar, ditambah soun, taburan seledri
dan bawang merah goreng, disiram kuah panas. Rasa bakso disini agak
berbeda dengan bakso yang lain, bagi pecinta bakso pasti tahu
perbedaannya. Coba saja gigit baksonya, pasti berasa kekenyalan daging
bakso yang terasa unik di lidah. Agak “menthul-menthul” kalau orang jawa bilang. Rasa kuahnya juga cukup pas, kaldunya cukup terasa, tidak terlalu berlemak dan seger pastinya.
Yah
abis deh bakso saya, biar kenyangnya pas minum segelas es teh dulu.
Sekarang lanjut perjalanan lagi sekalian mencari camilan yang khas di
daerah sekitar sini.




0 komentar:
Posting Komentar