Keluar
dari kota Solo menuju kota Sragen saya harus menyimpang sedikit
kira-kira 100 meter ke arah Tawangmangu demi semangkuk bakso yang lain
dari yang lain. Bakso Rusuk Palur memang cukup terkenal di daerah ini,
informasi mengenai bakso ini saya peroleh dari salah seorang penduduk
Solo yang berbaik hati mau memberikan informasi tempat makan yang wajib
dicoba di sekitaran Solo. Penasaran dan keingintahuan mengenai bakso
inilah yang membuat saya memutuskan untuk menyimpang jalan demi
membuktikan kelezatan rasa bakso Bu Sadiyem yang merupakan pemilik
resep.
Ternyata
memang benar Bakso Rusuk Palur sangat terkenal disini, ketika saya tiba
warung bakso ini penuh dengan pengunjung yang sedang makan. Warung
Bakso Rusuk Palur menempati lantai 1 sebuah ruko, ruangannya cukup besar
kira-kira mampu menampung hingga 40 pengunjung. Gerobak baksonya
diletakkan di depan ruangan sehingga pengunjung dapat langsung memesan
bakso disini.
Begitu
masuk saya langsung “clingak-clinguk” mencari daftar menu. Terlihat
sebuah banner yang mencantumkan daftar menu makanan dan minuman yang
disediakan disini, ada bakso, bakso rusuk dan bakso tetelan. Saya memlih
memesan bakso rusuk , karena menu ini merupakan menu andalan disini,
dari merk baksonya saja sudah terlihat kalau rusuk disini yahut abis..
Seporsi
bakso rusuk tiba di meja saya, segera saya tambahkan perasan jeruk
nipis, kecap, dan sambal biar tambah pas rasanya. Semangkuk bakso rusuk
berisi empat butir bakso, beberapa potongan rusuk atau iga sapi, soun,
dengan taburan bawang merah goreng dan seledri yang disiram kuah yang
masih panas. Segera saya sruput kuah baksonya, terasa sekali kaldu
sapinya sangat segar, perpaduan yang pas antara kaldu dengan bumbu-bumbu
tambahannya. Selanjutnya mencobabakso, cukup mantap rasa baksonya
berasa sekali daging sapi, bukan bakso abal-abal. Giliran rusuk sapi
yang saya gigit berikutnya, terasa sangat empuk, tidak berasa alot
maupun keras sama sekali.Daging yang menempel di rusuk pun dalam jumlah
yang banyak, tidak hanya tulang saja. Sedap banget rasa bakso rusuk
sapinya secara keseluruhan.
Sambil
makan bakso terdengar alunan gendhing jawa yang dibawakan oleh para
sinden yang duduk bersimpuh di depan ruko, seperti sedang makan di dalam
keraton rasanya. Hatipun terasa adem mendengar suara merdu yang
membawakan lagu-lagu khas Jawa, sedangkan lidah asik menikmati seporsi
bakso rusuk yang top banget. Berwisata kuliner memang membawa kebahagian
jasmani dan rohani.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar